Kesalahan dalam Diet Saya Dulu yang Bisa Kamu Hindari

kesalahan dalam diet

Saya baru sadar tentang kesalahan dalam diet ketika gagal menjalankan diet pada tahun 2018-2019, yang awalnya badan saya cukup ideal, dan mulai gemuk karena lupa menjaga pola makan

Oh iya saya sebelumnya pernah berhasil diet pada tahun 2014 dan bertahan ideal sampai 2017, lalu gemuk lagi

Pada tahun 2018, saya mencoba menerapkan diet dengan mengurangi asupan kalori (defisit kalori), namun hasilnya tidak maksimal. Mungkin karena saya tidak mengikuti panduan dietnya dengan tepat

Setelah saya berhasil diet, saya akan berbagi pengalaman beberapa kesalahan yang saya sadari dan semoga bisa menjadi pelajaran untuk anda hindari


1. Tidak Punya Timbangan


Dulu  saya hanya berfikir fokus pada defisit kalori dan membentuk otot dengan acuan melihat tubuh proporsional, tanpa perlu menimbang berat badan

Ternyata timbangan sangat penting.

Ketika dalam satu minggu menjalankan diet, timbangan bisa menjadi ukuran dan sebagai evaluasi bahwa diet kita berjalan dengan baik atu tidak.

Jika dalam satu minggu tidak ada penurunan sama sekali minimal 0,5 Kg kemungkinan ada yang kurang tepat dalam melakukan diet.


2. Kurang Paham Asupan Protein


Bagi yang sudah terlanjur gemuk akibat kebanyakan makan karbohidrat sehingga pembakaran lemak kurang maksimal, salah satu cara meningkatkan metabolisme adalah asupan protein

Untuk yang cutting/membakar lemak idealnya 1,5gr x Berat badan, artinya jika berat badan saya 60 Kg maka 1,5 x 60 = 90gr protein per hari

Jika dengan makanan biasa bisa dengan 1 dada ayam dan 5 butir telur tapi bagi saya lebih mudah protein shake atau whey protein instan.


3. Malas Membeli Protein Shake

protein shake
Jika anda bisa membeli dada ayam mentah dan menyiapkan telur dan memasak sendiri tentu lebih hemat, namun beda bagi saya yang tidak sempat masak sendiri, tentu sangat mahal 1 lauk dada ayam di Jakarta harganya 14.000

Jika saya sehari membeli 1 dada ayam plus 5 telur tentu cukup boros, belum asupan yang lainnya seperti sayur, buah, dan ngopi

Menyiapkan protein shake akan lebih mudah untuk mencukupi protein harian lalu makan 2 telur/dada ayam sehari sekali pilih salah satu saja saat makan siang atau makan malam


4. Kurang Asupan Serat

menu-program-diet-sehat
Benar kata para ahli bahwa makanan serat itu baik untuk pencernaan, metabolisme, dan diet

Makan sayur dan buah bisa membantu pembakaran lemak lebih cepat, apalagi sayur dan buah itu rendah kalori.

Orang pelaku diet biasa menyebut jam makan buah itu waktu snaking, tujuannya memaksa pencernaan tetap aktif dan metabolisme tetap tinnggi.


5. Masih Sering Makan Gorengan dan Roti

roti
Gak makan nasi saya ganti dengan gorengan atau, dengan pemikiran kalorinya lebih rendah, ini kesalahan dalam diet yang mungkin banyak orang lakuin juga

Gorengan terdapat tepung dan minyak yang kalorinya tinggi bisa jadi lebih buruk dari nasi karena adanya lemak trans dari hasil penggorengan dan pemanggangan roti.

Lemak trans menyebabkan tekanan darah tinggi, meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL dan menurunkan kadar kolesterol baik atau HDL serta menyebabkan obesitas.

Bukannya gak boleh, tapi pada satat diet sebaiknya dikurangi makan gorengan dan roti, boleh makan mungkin seminggu sekali saja

Tertarik untuk  lebih sehat dan menurunkan berat badan? langsung saja cek di Program Diet Sehat

Mau dapat update Diet dan Hidup Sehat di Instagram Kamu?

Follow @fixsehat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *